
Aceh terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, makanya ketika ada kesempatan untuk berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh, jangan pernah melewatkan keelokan pantai-pantainya yang berserak tak jauh mengelilingi Banda Aceh. Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal adalah pantai Lhok Nga dan Ujung Batee, keduanya sering menjadi sarana masyarakat Aceh untuk "mandi", bahasa populernya untuk berenang dan berendam di pantai.
Lhok Nga
Pantai Lhok Nga ini terbilang sangat ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Sehingga jika ingin menikmati ketenangannya, pastikan memilih hari kerja biasa. Namun secara umum, meski ramai, tapi pantainya yang luas memanjang tetap bisa menampung ratusan bahkan ribuan orang yang ingin menikmati suasana sunset di sini. Jaraknya pun dekat dengan kota Banda Aceh, hanya 15 menit dari pusat kota bila menaiki mobil maupun motor, dan lokasinya bertolak belakang dengan lokasi pantai Ujung Batee.
Dibandingkan dengan pantai Ujung Batee maupun Pantai Lampuuk, Pantai Lhok Nga merupakan pantai yang paling ter-develop, sarana WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. tiga pantai aceh 03Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch. Keberadaan tim penyelamat ini diprakarsai oleh sebuah organisasi lokal yang awalnya dimotori oleh pekerja asing yang bekerja di Banda Aceh.
Lhok Nga selalu ramai oleh kunjungan wisatawan lokal maupun asing (kebayakan para pekerja asing yang mewarnai Aceh), termasuk dengan makin banyaknya penikmat surfing. Ombaknya yang tinggi bergulung namun memecah mulus di pantai berpasir kehitaman bercampur warna kerang putih, membuat para peselancar seolah tak bosan mengayuh papannya ke tengah lautan.
Pemandangan elok lainnya adalah saat matahari menjelang tenggelam, sunset di Lhok Nga adalah pemandangan cantik yang sungguh sayang kalau dilewatkan begitu saja. Deburan ombak yang teratur diiringi angin berayun mendayu, merupakan perpaduan romantis.
Belum lagi sambil menikmati jagung bakar manis serta es kelapa muda yang dihidangkan langsung dengan batoknya plus kucuran jeruk nipis pada kelapa muda tersebut, nikmatnya!
Namun begitu adzan maghrib berkumandang, segera bersiap-siaplah untuk beranjak meninggalkan pantai, bila tak ingin kenangan indah Anda diusik oleh beberapa pemuda lokal yang tak segan-segan mengusir pengunjung pantai untuk segera berlalu dari lokasi ini.
sumber :http://www.waspada.co.id


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !